Oleh: fkismancar | 12/09/2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Oleh: fkismancar | 17/08/2009

Penyakit Berbahaya (TBC)

1. KHURAFAT
Arti bahasa dari kata Khurafat ialah berbagi cerita bohong, sedangkan menurut istilah yang dimaksud dnegan Khurafat ialah berbagai kepercayaan yang khayal, bahwa di luar Allah ada berbagai kekuatan gaib yang dapat menyebabkan keselamatan seseorang dan dapat pula mendatangkan mudarat terhadap seseorang.
Khurafat adalah inheren dengan dua faham kumo, yaitu faham animisme dan faham dinamisme. Khurafat yang inheren dengan faham animisme dan faham terhadap adanya kekuatan gaib (supranatural) yang dipancarkan oleh berbagai macam roh, semisal adanya kepercayaan terhadap kekuatan yang memancar dari kubur seseorang yang dianggap keramat. Sedangkan yang inheren dengan faham dinamisme ialah kepercayaan bahwa pada setiap benda-benda tertentu terdapat kekuatan gaib.
Khurafat dapat juga berbentuk sesaji kepada yang menunggu atau untuk yang membareksa di berbagai tempat, semisal yang dianggap sebagai penguasa laut, kekuatan gaib yang menunggu sungai-sungai dan tempat-tempat angker lainnya, termasuk juga dalam kategori Khurafat adanya berbagai kepercayaan hari naas, bulan naas dan sebagainya.

2. BID’AH
Kata Bid’ah menurut arti bahasa dapat berarti model untuk sesuatu yang baru yang tidak didahului oleh contoh, sesuatu perkara yang terjadi dengan tidak ada contohnya untuk sesuatu yang diadakan dengan bentuk yang belum pernah ada contohnya, sedangkan menurut syara’ yang dimaksud dengan Bid’ah ialah urusan di dalam agama baik berupa aqidah (kepercayaan), berupa ibadah ataupun berupa sifat bagi ibadah yang belum pernah ada (terjadi) dimasa Rasulullah. Melakukan Bid’ah dalam urusan ibadah ataupun aqidah sangat dicela oleh agama dan dilarang atau diragukan.
Istilah Bid’ah apabila diartikan secara umum dan menurut arti bahasa (etimologi) adalah meliputi dan mencakup segala sesuatu yang baru, yang tidak ada contohnya, sehingga mengikuti pengertian seperti ini maka pengertian yang baru (bid’ah) tersebut dapat berupa urusan yang berkaitan dengan masalah diniyah dan dapat pula berupa masalah duniawiyah. Kata-kata nabi yang sangat masykur mengatakan “Kalian lebih mengetahui terhadap urusan keduniaanmu”. Bid’ah yang menyangkut masalah aqidah adalah Bid’ah yang selalu memasuki prinsip-prinsip ajaran Islam, barang ghaib dalam pengertian syara’ menyangkut segala sesuatu yang tidak mungkin dapat diketahui manusia kecuali melalui wahyu-Nya. Hari akhir, mahsyar, mizan, shiratul mustaqiem, syafa’at al-kubra, surga, neraka, malaikat dan segala sifatnya.
Biasanya wasilah tersebut menggunakan orang-orang yang telah meninggal dunia yang di kata hidupnya memperhatikan kelebihan spiritual seperti tawasul kepada Syekh Abdul Kodir Jaelani, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Ampel dan sebagainya.
Contoh seperti kepercayaan terhadap ajaran Al-Wishasyah dan Al-Wilayah mewasiatkan untuk mewariskan kekuasaan dari faham syiah, yaitu suatu ajaran yang mengatakan bahwa Nabi Muhamad Saw mewasiatkan atau mewariskan kekuasaan kepada Ali bin Abi Halil ra. Demikian pula Al-Manzilatul Bainal Manzilataini (tempat diantara dua tempat) dari faham Muktazilah.

3. TAKHAYUL
Takhayul berasal dari Tahayalat yang artinya hayalan, maka dari itu Takhayul adalah sama dengan Khurafat yaitu berbagai cerita bohong, jadi Takhayul itu mitos, sesuatu yang tidak nyata (Khayali) maka di sebut Takhayul itu hanya ada dalam cerita-cerita yang tidak jelas asal usulnya atau cerita dalam mimpi dan cerita yang tidak masuk akal.
Memang Takhayul itu seperti yang benar tidak pernah bohong (nyata). Tapi setelah dipikir-pikir Takhayul itu mitos tidak nyata hanya ilusi saja mungkin kalau kita harus benar percaya tentang Takhayul berarti kita mempercayai selain ajaran Allah tapi wawlah hu ‘alam, percaya tidak percaya tetapi jangan terlalu percaya namanya Takhayul bisa kita bayangkan sendiri lalu berpikir secara logis.

sumber: one.indoskripsi.com

Oleh: fkismancar | 22/07/2009

Wasiat Untuk Para Pemuda

Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131)
Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad yang bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.”
Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Wa ba’du:
Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.
1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun perbuatan.
2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlak.
3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar.
5. Ingatlah bahwa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahwa Allah melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang terbersit di hatimu.
6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.
7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian.
8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti/mencontohmu dalam mengamalkannya.
9. Peganglah kitab Riyadlush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada keluargamu, demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim.
10. Jagalah selalu wudlu’mu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam keadaan suci dari hadats dan najis.
11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terlebih lagi sahalat ‘Isya dan Fajr (shubuh).
12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak seperti bawang putih dan bawang merah. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan kaum muslimin.
13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.
14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jumat dan janganlah berlambat-lambat sampai setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa.
16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.
17. Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i sebab engkau akan berdosa karenanya.
18. Tegakkanlah shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan terlebih-lebih pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu.
19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.
20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadaburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya dan jauhi larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi rabmu dan menjadi penolongmu di hari qiyamat.
21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah baik perlahan-lahan ataupun dikeraskan, apakah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring. Dan hati-hatilah engkau dari kelalaian.
22. Hadirilah majelis-majelis dzikir karena majelis dzikir termasuk taman surga.
23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan dan hati-hatilah engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak panah Iblis.
24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.
25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas karena keduanya diharamkan bagi laki-laki.
26. Janganlah engkau menyeruapai wanita dan janganlah engkau biarkan wanita-wanitamu menyerupai laki-laki.
27. Biarkanlah janggutmu karena Rasulullah: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah janggut.” (HR. Bukhari Dan Muslim)
28. Janganlah engkau makan kecuali yang halal dan janganlah engkau minum kecuali yang halal agar doamu diijabah.
29. Ucapkanlah “bismillah” ketika engkau hendak makan dan minum dan ucapkanlah “alhamdulillah” apabila engkau telah selesai.
30. Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan tangan kanan dan berilah dengan tangan kanan.
31. Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.
32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridla dan memilihkan makanan yang halal untuknya).
33. Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap ataupun perantaranya, karena pelakunya terlaknat.
34. Janganlah engkau mencari keridlaan manusia dengan kemurkaan Allah karena Allah akan murka kepadamu.
35. Ta’atilah pemerintah dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at dan doakanlah kebaikan untuk mereka.
36. Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian. “Barangsiapa yang menyembunyikan persaksiannya maka hatinya berdosa. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 283)
37. “Dan ber amar ma’ruf nahi munkarlah serta shabarlah dengan apa yang menimpamu.” (Luqman: 17) Ma’ruf adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya , dan munkar adalah apaapa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.
38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan baik yang kecil ataupun yang besar dan janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dan janganlah membantu seorangpun dalam bermaksiat kepada-Nya.
39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah kekejian dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra’:32)
40. Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya.
41. Wajib bagimua untuk silaturahim dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan silaturahim.
42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia menyakitimu maka bersabarlah.
43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah.
44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah karena hal itu merupakan tali keimanan yang paling kuat.
45. Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari bermajelis dengan orang-orang yang jelek.
46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah mereka bahagia.
47. Berhiaslah dengan kelemahlembutan, sabar dan teliti. Hatilah-hatilah dari sifat keras, kasar dan tergesa-gesa.
48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar yang baik.
49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal.
50. Ucapkanlah salam yang disunahkan yaitu “assalamualaikum” dan tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.
51. Janganlah mencela seorangpun dan mensifatinya dengan kejelekan.
52. Janganlah melaknat seorangpun termasuk hewan dan benda mati.
53. Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan oarng lain karena hal itu termasuk dosa yang paling besar.
54. Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka.
55. Hati-hatilah dari ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang dia benci jika mengetahuinya.
56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim.
57. Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia karena hal itu merupakan amalan yang paling utama.
58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.
59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta karena dusta akan mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarakan kepada neraka.
60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok dengan satu wajah dan kepada kelompok lain dengan wajah yang lain.
61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah meskipun engkau benar.
62. Janganlah menghina orang lain karena tidak ada keutamaan atas seorangpun kecuali dengan taqwa.
63. Janganlah mendatang dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan jangan membenarkan (perkataan) mereka.
64. Janganlah menggambar gambar manuasia dan binatang. Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah tukang gambar.
65. Janganlah menyimpan gambar makhluk yang bernyawa di rumahmu karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.
66. Tasymitkanlah orang yang bersin dengan membaca: “yarhamukallah” apabila dia mengucapkan: “alhamdulillah”
67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.
68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan karena kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan hati-hatilah dari menunda-nunda.
69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah kepada Allah .
70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.
71. Bersabarlah dari segala mushibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala kenikamatan yang ada.
72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarakan ilmu.
73. Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari nereka.
74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepadanya sampai hari kiamat juga kepada keluarganya dan seluruh shahabatnya.
(Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

Oleh: fkismancar | 17/07/2009

Adab Dalam Berkomunikasi


Adab Sebagai Pembicara

1. Pikirkanlah dahulu isi pembicaraan sebelum mengeluarkan posting/pembicaraan. Postingan/pembicaraan sebaiknya selalu di dalam hal kebaikan atau bermanfaat, bukanlah hal yang SIA-SIA

Allah berfirman yang artinya,

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia”

(An-Nisa: 114)

Rasulullah shollallahu wa sallam bersabda :

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

2. Dilarang keras menghina Alloh, Agama-Nya (termasuk syari’at-syari’at didalamnya), Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rosul-Nya dan segala hal yang berhubungan dengan diin ini, walaupun hanya sebatas bercanda.

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah:”Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. * Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. (QS. at_Taubah:65-66)

3. Berbicara (dalam perkara agama) harus BERLANDASKAN ILMU

Dan sabda Rasulullah (ﷺ): “Barang siapa berbicara tentang al Qur’an dengan akal-nya atau tidak dengan ilmu, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraka”

(Hadist seperti ini ada dari 2 jalan, yaitu Ibnu Abas dan Jundub. Lihat Tafsir Qur’an yang diberi mukaddimah oleh Syeikh Abdul Qadir Al-Arnauth hal. 6, Tafsir Ibnu Katsir dalam Mukaddimah hal. 13, Jami’ As-Shahih Sunan Tirmidzi jilid 5 hal.183 no. 2950 dan Tuhfatul Ahwadzi jilid 8 hal. 277).

4. Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna.

Rasulullah shollallahu wa sallam bersabda :

“Termasuk baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya”

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

5. Bicaralah hanya secukupnya dan sesuai topik pembicaraan.

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda;

“Janganlah kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar”

(HR. Muslim).

6. Hindarilah perdebatan dan saling membantah.

Sekalipun berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda.

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Aku menjadi penjamin sebuah istana di taman Surga bagi siapa saja yang menghindari perdebatan sekalipun ia benar; dan penjamin istana di tengah-tengah Surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.”

(HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

7. Hindarilah perkataan jorok (keji).

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda,

Bukankah seorang mukmin (jika ia) pencela, pengutuk atau yang keji pembicaraan-nya.

(HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

8. Hindari prasangka-prasangka buruk

Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka , karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

(QS Al-Hujurat:12)

9. Hindari sikap memaksakan diri dan banyak omong di dalam berbicara.

Hadits Jabir radhiallahu anhu menyebutkan,

“Sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang BANYAK BICARA, orang yang BERPURA-PURA FASIH dan ORANG-ORANG MUTAFAIHIQUN”. Para shahabat bertanya,”Wahai Rasulllah, apa arti mutafaihiqun?” Nabi menjawab, “Orang-orang yang sombong”.

(HR. At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).

10. Hindari ghibah (menggunjing) dan fitnah (berita bohong

Sesuai dengan hadith dibawah ini:

Dari Abu Daud : Nabi( ﷺ) bersabda :

Tahukah kamu apa ghibah itu ?

Jawab sahabat : Allahu warasuluhu a’lam (Allah dan Rasulullah yang lebih tahu)

Kemudian Nabi ( ﷺ) bersabda: Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain.

Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu ?

Jawab Nabi ( ﷺ): “Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu,fitnah) dan itu lebih besar dosanya”.

(HR. Muslim)

11.Hindari perkataan kasar, dan ucapan yang menyakitkan perasaan serta tidak mencari-cari kesalahan dari kekeliruan pembicaraan orang lain.

Karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.Seperti: Mengafirkan, menuduh fasik, menuduh ahlul-bid’ah (padahal bisa saja dia tidak mengetahui kebid’ahan yang dilakukannya), memvonis celaka dan sumpah palsu.

12. Hindari sikap mengejek, memperolok-olok dan memandang rendah orang yang berposting

Allah berfirman yang artinya,

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita(mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita(yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan)”

(Al-Hujurat: 11)

13. Jangan bersumpah selain dengan nama Allah

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra, bahwasanya Rasulullah bertemu dengan‘Umar bin al-Khaththab ra yang sedang berjalan bersama rombongan, beliau mendengarnya bersumpah atas nama ayahnya. Rasulullah bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian. Barangsiapa bersumpah,hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau sebaiknya ia diam.”

(HR. Bukhari : 6646 dan Muslim : 1646)

14. Jangan mencaci dan menyalahkan masa, terutama kepada kaum muslimin

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah ., bahwa beliau bersabda (artinya), “Allah azza wa jalla berfirman, ‘Ibnu Adam telah menyakiti-Ku! Mereka berkata,’Duhai sialnya masa!’ Janganlah mengatakan: ‘Duhai sialnya masa,’ sebab Aku-lah Pencipta masa, Aku-lah yang membolak-balikkan siang dan malam.Sekiranya Aku berkehendak, niscaya Aku akan menggenggam keduanya (yakni menahan siang dan malam)!’”

(HR Bukhari [4826] dan Muslim [2246])Dalam riwayat lain disebutkan, “Mereka memaki masa.”)

15.Menghindari dusta

Berdasarkan hadits Rasulullah ( ﷺ) : “Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat.”

(HR Bukhari)

16. Menghindari banyak bercanda

Berdasarkan hadits Rasulullah ( ﷺ):

“Binasalah orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa dengan ucapannya, lalu dia berdusta. Binasalah dia, binasalah dia!”

(HR. At-Tirmidzi no. 2315, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Yang dimaksudkan disini adalah pembicaraan yang mengajak kepada candaan yang berlebihan (terlebih lagi berbohong dengan perkataan dusta atau menceritakan hal yang tidak pernah ada/terjadi). Bukan yang dimaksudkan adalah bercanda dalam rangka menghibur, karena Rosulullah sendiri pernah bercanda dengan keluarga dan shohabat-shohabatnya.

17. Menghindari menceritakan aib orang

Berdasarkan QS. Al-Hujurat ayat 11-12, juga dalam hadits nabi (ﷺ): “Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.”
(HR Abu Daud dan Tirmidzi)

18. Tidak memanggil dengan panggilan yang buruk

“dan janganlah melakukan tanabuz (memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan). seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim”. (QS. Al-Hujuraat: 11)

19. Tidak mengadu domba

Dalam sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

“Tidak akan masuk surga bagi Al Qattat (tukang adu domba).” (HR. Al Bukhori)

20. Menghindari Qila wa Qol (kata si fulan)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula.

Allah meridhai kalian bila kalian:
1. Hanya menyembah Allah semata,
2. dan tidak mempersekutukannya,
3. serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya, dan janganlah kalian berpecah belah.

Dan Allah membenci kalian bila kalian:
1. Suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar, hanya bermodalkan “kata orang”),
2. Banyak bertanya (yang tidak berfaedah, mengajak debat, menguji ilmu dll.),
3. serta menyia-nyiakan harta”

(HR. Muslim no. 1715)

Adab Sebagai Pendengar

1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37)
2. Tidak memotong/memutus pembicaraan
3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis)
4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa.
5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara

Adab Menolak atau Tidak Setuju

1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian
2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal
3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara
4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih
5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit
6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah
7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat
8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi
9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya
10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati.

sumber : belajarislam.or.id

Oleh: fkismancar | 19/06/2009

Selamat Jalan Rajawali

dolphin

Ketika pertama kali kita bertemu
Saat kau duduk termangu
Dalam kebekuan suasana itu
Kucoba tuk sapa dirimu

Walau ada sedikit rasa keangkuhan
dan kecemburuan serta rasa tak enak dalam hati
Namun,,,
Hari demi hari semua itu berganti
menyatukan semua unsur itu
menjadi satu senyawa yang solid
dengan struktur oktahedron yang kokoh

Saat cerita itu dimulai
Seekor anak burung rajawali sedang sedih
karena dia melihat sosok rajawali dewasa diangkasa
yang terbang dengan kegagahannya
kemilauan sayapnya yang mengepak kuat

sedangkan dia,,,
ada dalam kumpulan anak-anak ayam dan induknya
itu karena badai besar yang melanda
mendamparkan telur rajawali itu di perkampungan

namun untungnya masih ada remaja yg menyelamatkannya
menaruh telur itu diantara telur ayam piaraannya
yang sedang dierami induk ayam yang sabar

saat kecil dulu dia menikmati hidup bersama saudaranya
anak-anak ayam yang harus mencakar-cakarkan kakinya ketanah
demi mencari seekor cacing kecil atau rayap dibawah pohon

kini dia mulai gelisah
impiannya mulai lain dari saudaranya sesama tetasan
keinginan untuk bisa terbang tinggi
melihat alam luas dengan bebas dari atas
mencari makan di daerah yang luas

“,,, rasanya aku ingin seperti dia,
terbang dengan gagah, bebas menjelajah angkasa,
hinggap ditempat yang tinggi,
melihat indahnya dunia yang luas,,,,” katanya dalam hati,
dan,, akhirnya disampaikannya juga pada saudaranya,,
juga pada induknya,,,

“,,, hai,, kau,, jangan mimpi,,
hidupmu diatas tanah,,kau harus mengorek tanah,,,
mencari makan dari sana,, apa kamu gila,,,” kata saudaranya,
saling bersahutan kata-kata itu,, “,, apa kamu sudah gila,,,”

“,,, anakku,,, benar saudara-saudaramu,,, sudahlah,,,
terima nasib kita ini,,, dan kita memang seperti ini,,,
kita bahagia dengan kenyataan ini,,,
lupakan impianmu anakku,,,” nasehat induk ayam bijaksana itu

tiap kali malam datang,,, impiannya makin mengganggu tidurnya,,
bila siang datang,,, rasa sedih itu selalu menemaninya,,,

“,,,hai anak muda,,,” teriakan keras itu mengagetkannya,
“mengapa kau hanya diam,,, aku tahu kau ingin seperti aku,,,
ayo gerakkan sayapmu,,, kamu pasti bisa,,,”
rajawali dewasa yang gagah itu lewat diatasnya

“,,, tapi,,, aku tidak bisa,,, aku hanya bisa mengorek tanah,,,
biarlah aku seperti ini,,, induk dan saudaraku menasehatiku selalu,,
untuk tetap menerima dan menikmati semua ini,,,”

“,,, ok,, tapi kutunggu kamu diatas sana,,,”
rajawali perkasa itu segera pergi dan terbang tinggi

pertarungan dalam hatinya begitu hebat
“,,,apa kamu gila,,, kita ini hidupnya diatas tanah,,,,
bukan diangkasa,,, apa kamu gila,,,”
“,,,hai anak muda,,, ayo,, kamu pasti bisa,,,
tempat kamu disini,,, diangkasa,,,”

satu sampai dua kali tiap minggu rajawali itu datang
dan selalu seperti itu yang dikatakan dengan kerasnya
dan selalu mengagetkan
“,,, hai anak muda,,, ayo,,, kepakkan sayapmu,,, kesini,,,
kenapa kau hanya disitu,,, itu bukan tempatmu,,,,”

hari demi hari terus berganti
sang rajawali perkasa akhirnya hilang kesabarannya
disaat rajawali muda itu lengah
dari ketinggian yang cukup tinggi
dia melesat dengan cepatnya
menukik dan menyambar rajawali muda
dengan cengkeraman yang kuat
dibawanya rajawali muda keangkasa
terbang tinggi dan tinggi terus menuju langit

tanah sudah tidak lagi terlihat
tapi,,,
rajawali muda terus dibawanya dalam cengkeramannya

“tolooongg,,,, tolong lepaskan,,,kau apakan aku,,”
teriakan itu terus diucapkan sampai suaranya habis

“,,,hai anak muda,,, sekarang tidak ada pilihan lain,,,
aku akan lepaskan kamu disini,,,
terserah kamu,,, kamu mau diam,,
terjun dan mati terhempas ketanah,,,
ataukah kamu berusaha keras,,,
tuk kepakkan sayap yang kau punya itu,,
selamat tinggal,,,”

rajawali perkasa itu melepaskan cengkeramannya,
meninggalkan sendiri,, membebaskannya untuk memilih
diam atau berusaha,, hidup atau mati,,,

“,,ooo,,, toloong,,,” teriak rajawali muda sangat ketakutan
akhir rajawali muda itu mencoba membuka sayapnya

“..ooo… tolong,,,” jatuh berputar-putar dalam kebingungan
dia kepakkan sayapnya sekuat tenaga
sayap yang terbuka itu mulai bekerja
mulai menahan kecepatan jatuh bebasnya

dia berusaha dengan kuat untuk mencari keseimbangan diri

dia menata dan memfocuskan gerakan sayap-sayapnya
akhirnya,,,,

“,,,hah,, aku tidak jatuh terus,,, hah aku meluncur diawan,,
hah,,,aku bisa naik,,,”

“,,haahhh,,, AAAAKUUU BIIISAAAA,,,” teriaknya
“AKU BISA,,,”

Terbanglah rajawali dengan gagahnya,
bulunya yang indah, kemilau tertimpa cahaya surya.

Dua tahun sudah kita bersama,,,
Selamat jalan rajawali,,,
terbanglah tinggi,,,
kamu bisa,,,

Jaga almamatermu,,,
Sukses selalu buatmu,,,

Oleh: fkismancar | 08/06/2009

Katak-katak Dalam Kubangan Susu

Disuatu pagi katak-katak muda pergi bermain-main. Ratusan katak itu riang gembira bermain ditempat yang belum pernah mereka kunjungi.

“Hai teman-teman, ayo sekarang kita berlomba menunjukkan kecepatan lari kita masing-masing” kata salah satu katak itu,
“Ayooo,, siapa takut,,, ” timpal katak-katak lainnya,
“Kalau begitu kita akan lari secepat-cepatnya dan sejauh-jauhnya,,”
“OooKkkeee,,, aayoooo,,, laaariiii,,,”

Mereka berlarian dengan lompatan yang jauh, cepat dan gesit, saking gembiranya mereka tidak sadar didepan ada kolam yang tidak berisi air, tapi kolam itu berisi susu segar.

Akhirnya ratusan katak-katak itu jatuh masuk ke kolam susu tersebut.

Mulailah katak-katak yang tercebur itu berusaha keluar dari kubangan susu yang bisa menenggelamkan mereka. Mereka berusaha mengayuh kakinya sekuat tenaga, berusaha melompat keluar dari kubangan susu itu. Namun rupanya katak-katak muda itu belum ada yang berhasil, disamping karena cukup dalam untuk ukuran katak-katak muda juga dindingnya lumayan cukup tinggi.

Semula katak-katak muda yang diatas memberikan semangat, namun lama kelamaan mereka hanya diam termangu melihat teman-temannya dalam kubangan susu itu. Akhirnya sampailah katak-katak yang diatas itu mencemooh dan mengejek.

“Aaah percuma saja kamu berusaha, kamu nggak akan bisa naik keatas sini, sudahlah menyerah saja, mati saja tenggelam dalam kubangan itu,,,” teriak salah satu katak diatas,

Kata-kata itu justru disambut teriakan katak-katak lain, “yaa,, percuma saja, buat apa kalian berusaha,,, menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,”

Akhirnya semua katak yang diatas mulai meneriakkan hal yang sama ” sudahlaahh, percuma,, ayo menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,”

Semula katak-katak yang tercebur itu tidak mempedulikan, mereka tetap mengayuhkan kakinya, berusaha untuk melompat keluar dari kubangan susu itu, namun akhirnya satu persatu katak-katak itu mulai terpengaruh juga oleh teriakan katak-katak yang diatas.

“ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,”

Berkali-kali dan terus menerus teriakan itu makin keras, katak-katak diatas makin menikmati teriakan mereka, dan melihat katak-katak dalam kubangan susu itu mulai putus asa.

Akhirnya satu persatu katak-katak dalam kubangan itu mulai berhenti mengayuhkan kakinya, mereka mulai tenggelam, dan,,, mati.

Katak-katak yang diatas lebih lantang berteriak, “ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,”

“ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,”
“tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,”
“percuma,,, mati saja sekalian,,, sudahlah,, menyerah saja,,,”

Begitulah saling bersahutan teriakan katak-katak yang diatas. Satu persatu katak-katak dalam kubangan susu itu berhenti mengayuh, diam, tenggelam dan tidak muncul lagi, mati.

Seiring teriakan yang semakin keras dari katak-katak yang diatas, ada seekor katak yang tetap mengayuhkan kaki-kakinya, bahkan semakin keras dia mengayuh, sementara disampingnya banyak yang sudah menyerah, diam, tenggelam, dan mati.

“percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,” teriakan itu menjadikan katak-katak dalam kubangan susu itu kehilangan harapan untuk bisa keluar, mereka mulai diam, tenggelam, dan mati.

“tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,”
Teriakan itu menjadikan seekor katak semakin bersemangat, sementara teman-temannya sudah hampir semuanya tenggelam.

“percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,” benar teriakan-teriakan itu menjadikan semua katak diam tenggelam dan mati, kecuali seekor katak itu.
Dia semakin kuat mengayuhkan kakinya.
“percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,”
“tuh lihat teman-teman kamu,,, mereka tenggelam,,, mereka mati,,, tinggal hanya kamu,,, “

“sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,”
Teriakan itu semakin keras, namun malah menjadikan satu-satunya katak yang ada dalam kubangan semakin keras mengayuhkan kakinya.
“sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,”

Karena goncangan yang dilakukan sejak awal oleh kaki-kaki ratusan katak yang kuat mengayuh dan menyerah hingga tertinggal seekor katak, susu itu semakin hangat dan semakin hangat, akhirnya,,,

“HUP” satu-satunya katak itupun berhasil melompat keluar, susu itu mengeras dan menjadi keju untuk berpijak dan melompat.

Semua katak yang diatas heran,, bagaimana,, mengapa itu,, bisa terjadi,,?

Yach,,, karena,, katak yang satu itu “TULI” sehingga dia tidak bisa mendengar teriakan-teriakan itu,,, dan melihat gerak-gerik katak-katak yang diatas,, dia menganggap itu adalah motivasi untuk dirinya,,,

Nah,,, apakah kita akan menyerahkan dream kita,,, goal kita,,, cita-cita kita untuk dicuri orang lain,,?
Apakah kita membenarkan ejekan teman-teman kita yang diatas,, bahwa kita tidak bisa,,?
Kita tidak boleh ragu, kita harus menang, kita harus sukses, sukses dunia, dan akhirat, tentunya AL-QUR’AN adalah sumber motivasi yang terbesar, yang lebih besar dari cerita manapun juga, asalkan kita memahami hikmahnya.

[36:76] Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

[49:15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

[9:33] Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Oleh: fkismancar | 27/05/2009

Perjalanan Yang Singkat

Dalam sebuah perjalanan, diatas bus aku duduk dideretan sebelah kanan, tepatnya dibelakang supir. Malam itu bus melaju kencang, speedometer merapat ke angka 100km/jam, malam yg gelap,tanpa ada sinar bulan, juga samping kiri dan kanan tidak berlampu jalan.

Sebelah kiri jalan ada sungai yg panjang, sebelah kanan jalan ada area persawahan yang luas. Dibagian jalan beraspal hotmix itu ada banyak rel lori melintasinya, malam itupun ada beberapa lori yang lewat, dengan tanda lampu kecil, agar supaya kendaraan berhenti dan tidak sampai menabrak lori pengangkut tebu yang lewat.

Disaat pikiran mencoba menata mencari makna sesuatu, sebuah sedan mewah menyalip dengan laju yang sangat kencang, dengan lampu halogennya yang amat terang. Dalam waktu yang tidak lama sudah lenyap dalam pandanganku yg duduk dibangku terdepan, hanya tampak sorot lampunya yg kelihatan makin kecil.

Dalam bis itu aku berpikir ulang, andaikan sedan mewah yang melaju sekencang dan secepat itu, tiba-tiba semua instrumen kelistrikannya putus, sehingga semua lampunya padam, padahal jalan didepan berbelok dengan pagar pembatas dari besi ddan beton, pastilah akan menabrak dan hancur berantakan karena tidak tahu lagi arah yang benar.

Bis yang aku naiki tetap jalan dengan kecepatan yang hampir konstan, membawaku dalam perjalanan dari Jember menuju Probolinggo. Aku melayangkan segala pikiranku kemana-mana, menyatukan berbagai hal, menghubungkan berbagai hal tersebut, berusaha membuat arah tautan yang dapat kujadikan pelajaran.

Aku mencoba merasakan suatu tautan-tautan itu, andaikan manusia dalam kehidupan yang amat gelap ini berjalan tanpa sebuah cahaya penuntun, apalah artinya. Tentunya akan berjalan dengan tanpa tahu arah yang benar, mana jalan salah dan mana jalan yang benar, dan akhirnya akan membawa celaka.

Demikian pula meskipun mereka sudah diberi pelita penerang, namun pelita itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, malahan pelita itu dilempar kebelakang punggungnya, akankah bisa menyelesaikan seluruh perjalanan dengan selamat sampai tujuan.

Rasa kantuk mulai menyelimuti mataku, karena seharian itu aku belum juga istirahat, sehingga bis yang melaju kencang itu seperti menina-bobokkan aku. Tak terasa akupun tertidur dan baru terbangun ketika sudah hampir memasuki terminal Probolinggo.

Namun perjalanan masih panjang, aku biarkan diriku kembali dalam buaian bis yang melaju kencang itu. Kiranya kita kembali disadarkan oleh ALLAH SWT dengan Firman-NYA;

“QS Asy Syuura [42:52] Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruuhan (wahyu, Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. [42:53] (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.”

Oleh: fkismancar | 11/05/2009

Ketidaksempurnaan BUKAN sebuah halangan


Ketidaksempurnaan BUKAN sebuah halangan,,,

Dengan kemauan yang keras dan semangat yang tinggi serta keyakinan bahwa ALLAH SWT tidak akan memberikan beban yang melebihi dari kemampuan, serta keyakinan bahwa ALLAH SWT pasti akan menolong setiap usaha hamba-NYA, maka kesuksessan akan dapat diraih.


Oleh: fkismancar | 03/05/2009

Makna Sebuah Perjalanan

Ketika kita, makhluq yang bernama manusia mau sedikit menggunakan potensi berpikir kita dengan benar maka kita akan lebih dulu bertanya kepada dirinya sendiri. Disaat usia kita memasuki dewasa dan kita berpikir tentang diri kita sendiri dengan sebuah pertanyaan, dimana diri kita seratus tahun sebelumnya, dan bisa disebut apa diri kita saat itu.

Disaat kita lahir, tak ada sesuatupun yang kita ketahui dan kita ingat, ketika orang banyak mengerubuti kita, mereka tertawa riang, bangga dengan kelahiran diri kita, dan disaat itu kita justru menangis dan dibuat menangis, karena tanpa menangis organ tubuh kita tidak akan bekerja dengan sebaik-baiknya. Dengan menangis itulah organ dalam tubuh kita mulai bekerja dengan proporsional.

Hari demi hari kita lalui, sampai usia kita menjadi dewasa, sedangkan masih banyak hal yang belum bisa kita temukan jawabannya. Bahkan kitapun justru menderita sebuah penyakit dunia modern, penyakit yang memang banyak dialami dan diderita kebanyakan orang, penyakit yang mematikan potensi besar manusia, yakni penyakit “malas berpikir”.

Sementara itu waktu terus berputar tanpa komentar apapun tentang diri kita, dia berjalan tanpa memperhatikan apapun perbuatan yang kita lakukan, dia hanya menjadi saksi bisu atas segala yang terjadi padanya, diam ataukah bergerak, salah ataukah benar, dia hanya menyaksikan saja.

Disuatu saat nanti, tentang seratus tahun kedepan, kitapun seharusnya akan bertanya pula tentang saat itu. Dimana kita nanti akan berada, disebut apakah diri kita saat itu, apa aktifitas yang kita lakukan saat itu, dalah sebuah pertanyaan yang seharusnya menggelitik akal pikiran dan hati kita.

Saat ini kita disini, disebuah tempat kecil, bahkan tempat kita berpijak saat ini tidak akan dapat terlihat jika berada di ketinggian sepuluh ribu meter diatas tempat kita berpijak saat ini, apalagi kitapun berada diantara rerimbunan pohon-pohon dan gedung-gedung yang besar.

Diantara kelahiran dan kematian itulah kita disebut berada dan tinggal pada arena kehidupan, yang itupun masih harus dipisah dan dibagi lagi, ada masa kita belum dewasa yang sering disebut sebagai masa anak-anak, dan ada masa lain yang saat itu kita memikul sebuah tanggung jawab, yang harus kita pertanggung jawabkan kelak tentang segala apapun perbuatan yang memang telah menjadi pilihan kita.

Sejenak mari kita perhatikan pernyataan ini; “[76:1] Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? [76:2] Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.”

Seharusnya menusia modern berpikir dan bertanya kepada dirinya sendiri atas beberapa pertanyaan; siapa sebenarnya saya, darimana saya datang, untuk apa saya ada, kemana saya akan pergi.

Setelah itu mari segera kita cari jawabannya.

Oleh: fkismancar | 20/04/2009

Sebuah Perjalanan

Dear,,,
jika dulu begini,,,

dan sekarang begini,,,

bagaimana seratus tahun sebelumnya ?
bagaimana seratus tahun sesudahnya ?
Mumpung masih ada kesempatan,,,
Mari kita bersyukur,,,
Semoga ALLAH menjadikan kita,,,
sebagai hambaNYA,,,
yg senantiasa mau bersyukur,,,

Tulisan Sebelumnya »

Kategori