Ini hanyalah sebuah renungan pribadi penulis. Disaat hati bertanya-tanya, apa sebenarnya yang diinginkan para manusia dalam kehidupannya yang menempel erat dibumi yang kelihatannya terhampar luas, karena kecilnya manusia itu sendiri. Mereka sibuk dengan berbagai kegiatannya. Apa sebenarnya yang mendorong mereka untuk bergerak melakukan berbagai aktifitasnya. Semua aktifitas mereka selalu mereka pandang sebagai suatu hal yang benar, meskipun menurut orang lain dinilai sebagai kesalahan. Terkadang karena yang dinilai salah tidak punya kekuasaan, sedangkan yang menilai adalah penguasa, maka kebenaran harus berhadapan dengan sebuah pilihan, ikut larut dalam kesalahan, ataukah tetap bertahan dalam kebenaran meski harus ditebus dengan nyawa.
Adalah seorang Copernicus, diabad 16, mempunyai pendapat yang bertentangan dengan penguasa. Dia berani menyatakan apa yang diyakininya, yang merupakan buah pemikiran dan perhatian yang mendalam terhadap fenomena alam. Saat itu masyarakat dan para penguasa tempat dia tinggal meyakini bahwa bumi adalah datar, dan sebagai pusat, sedangkan matahari dan bulan, beredar mengelilingi bumi. Pengamatan, perhatian, dan pemikiran Copernicus sampai pada kesimpulan bahwa, matahari adalah pusat tata surya, sedangkan bumi bergerak mengelilingi matahari.
Apa yang didapatkan Copernicus dengan kebenaran yang dia sampaikan ? Tiang dan tali gantunganlah yang dia dapatkan dan nyawanya harus dibayarkan sebagai pembelian mempertahankan kebenaran. Dan puaslah penguasa yang tetap bertahan dalam kesalahan, kegelapan yang bertumpuk-tumpuk.
Hampir seratus tahun kemudian, diabad 17, Galileo dengan ilmu yang ALLAH SWT berikan padanya, bukan lari dari kenyataan, tapi kehidupan yang benar akan segera dimulai. Dengan teropong bintangnya, mengajak membuka mata dunia, menengok ke langit yang luas, menembus atmosfir bumi, menembus atmosfir kedunguan, menembus atmosfir kejumudan. Easy come easy go. Galileo terus menyampaikan ayat-ayat kauniyah yang dia dapatkan, cercaan, makian, dan penjara, akhirnya dia dapatkan. Galileo pamit pada mamanya, kebenaran lebih dicintainya, dan nyawalah yang harus dia bayarkan di dalam penjara. Puaslah penguasa dengan kedholimannya.
Bagaimanakah kita saat ini ? Apakah kita mirip penguasa-penguasa itu, ataukah kita memiliki sikap dan pendirian seperti Copernicus ataupun Galileo.
Mari kembali menengok jauh lebih kebelakang, diabad 7 (tujuh). Seorang manusia telah menyampaikan segala fenomena, yang jauh lebih jelas dan tegas, serta mutlak kebenarannya, yang bahkan semua teknologi abad 21 saat inipun belum bisa mengungkap segala yang disampaikannya. Tentu saja, predikat gila, dan lemparan batu, serta berbagai penganiayaan, penyiksaan dialami.
Namun kebenaran segera akan terungkap. Hanya satu pertanyaan lagi, siapkan kita mengkoreksi diri kita sendiri. Mengakui kesalahan, mengakui kebodohan kita. Dan selanjutnya melepaskannya, diiringi mengupgrade dengan kebenaran yang memang seharusnya kita ikuti.
Mengapa kita tidak menjadikan AL-QUR’AN yang telah ditunaikan dalam penyampaian risalahnya dengan lengkap dan sempurna itu sebagai pelajaran utama dan terutama, mengapa kita tidak membenarkan dengan perjuangan maksimal dari seluruh daya upaya? Mengapa justru menjadikan AL-QUR’AN sebagai sesuatu yang tidak diacuhkan. Buktinya adalah kita malas menggunakan pikiran dan hati kita untuk mencerna penjelasan ALLAH SWT dalam AL-QUR’AN.
QS91:ASY SYAMS (MATAHARI)
1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
2. dan bulan apabila mengiringinya,
3. dan siang apabila menampakkannya,
4. dan malam apabila menutupinya
5. dan langit serta pembinaannya,
6. dan bumi serta penghamparannya,
7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
ALLAH SWT menggugah kesadaran kita dengan bersumpah membawa sebagian ciptaanNYA yang begitu hebat, agar tidak lagi ada manusia yang menghadapi dengan kesombongannya. Benda-benda yang sudah disebutkan ALLAH SWT tersebut tidak mungkin bisa diketahui secara menyeluruh apalagi ditiru manusia.
Ada sesuatu dibalik jasad manusia yang hanya kecil, rapuh dan lemah ini, yang sering menampakkan kesombongan demi kesombongan. Tubuh fisik manusia yang ringkih yang hanya terdiri dari kumpulan tulang, daging dan darah, tidak akan bisa melakukan aktifitas apapun tanpa apa “ruh” ciptaan ALLAH SWT yang menggerakkan dan memotori aktifitas tersebut. Ruh yang sudah mengangkat sumpah dan janji bahwa benar-benar menyatakan mengakui ALLAH sebagai TUHAN, tiada tuhan-tuhan lain beserta DIA, ALLAH SWT.
Seharusnya manusia sering melakukan penyegaran atas semua itu dengan menanyakan kepada dirinya sendiri:
1. Siapa sebenarnya saya ?
2. Darimana saya datang ?
3. Untuk apa saya ada di dunia ini, di bumi ini ?
4. Kemana saya akan pergi setelah ini, setelah tubuh fisik ini hancur menjadi tanah ?
Maka, marilah kita perhatikan Firman ALLAH SWT, kemudian kita perhatikan dengan seksama ayat-ayat kauniyah yang disebarkan ALLAH SWT di alam ini, selanjutnya kita kembali memperhatikan dan memadukan semuanya yang telah kita perhatikan, akhirnya membuat kesimpulan yang merupakan kesadaran kita tentang ALLAH SWT dan seluruh ciptaanNYA, termasuk kita manusia.

cute
Oleh: dolphine on 07/02/2009
at 08:34
assalammu’alaikum
aku pernah ikut esq di sana juga dah di singung apa yang kamu tulis di atas, subhanallah bgd ya!!!
tulisan kmu bagus.setidaknya hati aku di cas lagi sama tulisan kamu,untuk ini kamu aku kasih nilai 1oo heheheheh
kembangin lagi bakat kamu oke bgd bt umat manusia terutama umat Allah SWT.
Oleh: yelvi fitri masari on 07/02/2009
at 11:15
alumni esq tohm sama satria 165 ya
Oleh: erween on 08/02/2009
at 05:09
ow gto pow caranya, , ,
qu ru au. .
hwa hwa. .
Oleh: octa on 08/02/2009
at 12:12
Subhanallah,,,bagus banget!!!
Oleh: Reka^^ on 11/02/2009
at 15:17
bgus isi dr tulisan y9 km bkin…
bisa membuat or9 tersadar,,,,…
trims…
dt9u berba9ai tulisan lain’a yupz…
lam knl smua…..
Oleh: Rha_rha on 12/02/2009
at 20:51
Assalamu’alaikum…
TOP BGT,Terusin menulis n berdakwah,tulisannya bgus, kembangkan trus, InsyaAlloh sangat brmanfaat, ttp spirit of Islam:-)
Oleh: Nita:-) on 13/02/2009
at 06:57
Masya Allah kata2x bgus bgt…
Indahx n damaix dunia ini jika
stiap org bs memahami n mngamalkn
kata2 itu…
Oleh: yoen on 13/02/2009
at 08:33
To: Bpk2 Guruku yg aq sayangi krn Allah!
Trima kasih,,, masih mau mengingatkan Aq
lwt sms/mana pun.
Bwt alumni smancar th 2006, kpn Qt adakan reunian? trim’s
agung
Oleh: agung on 13/02/2009
at 19:27
Maha suci ALLAH dg sgala kbesaran-NYA
Oleh: Kholif on 13/02/2009
at 20:21
Mantaf Abiz….. Pak kenapa ya…. IMTAQ ku naek Turun….. klo ingat dunia suka lupa akhirat, klo ingat akhirat ga peduli ma Dunia…..?????? Aku lagi Strezzzzzzzz……….. Pak saya lagi ujian… doakan ya IPK saya bagus.. Soalnya saya pengen dapet Beasisa Prestasi… Amiiiiinnn……
Oleh: umar Taufik Saputra on 13/02/2009
at 21:20
gmn ya pak agar tdk kepekiran yang mcm2 dalam hidup ini???????
Oleh: boy's on 19/02/2009
at 20:32
[...] Demi Matahari Ini hanyalah sebuah renungan pribadi penulis. Disaat hati bertanya-tanya, apa sebenarnya yang diinginkan para manusia […] [...]
Oleh: kuliinternet » botd 14 feb on 24/02/2009
at 21:58
bapak fki nya tambah maju ya, aku seneng deh
Oleh: kiky on 27/02/2009
at 19:15
subbahanallah…maha suci Allah SWT..yang menciptakan bumi beserta isinya..
Semoga yg anda tulis ini menjadikan sdikit pengajaran bagi umat islam.amiin
Oleh: ranie ayu on 29/03/2009
at 17:44
alhamdulillaah…
di pagi yang indah ini
aku mendapat siraman rohani
yang sangat berguna
segar rasanya hati ini
terang rasanya mata ini
untuk menatap
semua kebesaran sang illahi
Oleh: meer on 26/04/2009
at 05:05
SubhanalLah,,
kata” nya indah bgett
Thx
udah ngingettin jati diri yg sesungGuhnya
truzZ brdkwah. .
Oleh: Cipiy on 28/04/2009
at 04:27
that nice pak…. indah dan menyejukkan…
kebaikan itu memang datang dari mana-mana… dari perbuatan, tulisan dll….
tapi tulisan ini membuat aku semakin terpana akan kebesarannya dan semakin memuja kepada-Nya….smg ini salah satu ibadah ya pak
Oleh: rohaniah hermawati on 06/05/2009
at 08:59
semua kejadiaan di dunia ini tidak ada yang sia-sia .melainkan ada hikmah di balik suatu kejsdian.
Oleh: afun on 07/05/2009
at 10:20
mkasii ea atas nasihat2 yg dpt menggugah diri ini yg sgt dhoif.. yg hrsX slalu mengintropeksi kkurangan2 diri dan slalu berusaha memperbaikiX agr hari ini lbh baik drpd kmrn…
Thx alot bro,,
moga qt smw dpt mjd hambaNya yg plg dicintai..
amiiinn..
Ganbatte kudasai!!
Oleh: Whyndary on 08/05/2009
at 19:15
dUch..
gUgh nYanGka bIsasBaguS ini ea…
Oleh: naZh_cuTe on 12/05/2009
at 09:23
i like it
Oleh: dewi on 14/05/2009
at 08:34
Asslmkum,.akhi bgus skali..
moga kta menjadi diri pribadi yg lebih baik.
salam ta’aruf..
syukron,wassalam
Oleh: Fajri on 31/05/2009
at 10:09
asslmkm….
artikel nya sungguh bagus,,,
moga kita di tambah kan ilmu yang bermanfaat…
berguna di dunia dan akhirat….aminn..
thanks a lot of
Oleh: maria on 17/06/2009
at 12:19
MiQum,,
lam knaL,,,
artikeL’y bagus,,,
mem0tivasi hidup biar bsa lbih baek,,
ehem,
m0 liat km doNk!!.
Oleh: Lulu on 02/07/2009
at 07:36
Salam Kenal Yaaa
Oleh: Dewa Rental Komputer on 06/07/2009
at 23:04
Alhamdulillah, indahnya semua milik Allah Swt
Oleh: mona on 28/07/2009
at 14:59
Asslm.wr.wb.
subhanallah, tulisannya bgus…
Tp jk an blh mnambahkn, mungkin bs d’jabarkan lg pada bagian…
Darimana Qt brasal.
Utk ap Qt hdup.
Dan kmana stelah khidupan brakhir(mf jk kata2nya kurang sSuai dgn yg t’tulis d’atas…he)…
Oleh: GreEn_Muslimah on 04/08/2009
at 05:25
Wa’alaikumsalam Wr Wb,,,
Terima kasih kunjungan dan tanggapannya,,,
Dear,,,dengan “membaca” AL-QUR’AN (ayat kitabiyah) dan “membaca” alam (ayat kauniyah) maka kita akan dapat menjawab 4 pertanyaan itu,,,
Memang,,,penulis sengaja tidak menjelaskan secara langsung,,,tapi insya ALLAH dari postingan2 yg ada (yg lama ataupun yg baru) kemudian dikembalikan lagi pada AL-QUR’AN,,, maka setiap diri akan menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yg benar,,,
Namun,,, jika dasar berpikirnya berbeda (bukan dari AL-QUR’AN) maka jelas jawaban itu akan berlainan,,,
Akhirnya,,, selamat mengembara untuk “membaca” ayat kitabiyah dan ayat kauniyah,,, semoga anda bisa menjawab empat pertanyaan tersebut dengan sebenar-benarnya,,
Thanks dear,,,
Oleh: fkismancar on 05/08/2009
at 18:18