Oleh: fkismancar | 10/01/2015

Kajian Perdana 2015

Bismillah
Alhamdulillah
Kajian Perdana ROHIS FKISMANCAR semester genap 2014-2015 berlangsung dgn sukses
Ayo tetap semangat dan istiqomah wahai pemuda pejuang yg dibanggakan Allah
Tetap giat menuntut ilmu
Salam sukuses selaluPhoto0008

Photo0010

Photo0011

Photo0016
Semangat

Iklan
Oleh: fkismancar | 05/12/2011

Berubah Itu Langkah Demi Langkah

“BERUBAH”. Banyak orang yang ingin berubah. Namun dia merasakan begitu sulit berubah. Apa penyebabnya?

Anda pernah membaca artikel Bisakah Memakan Sepeda?

Saat pertanyaan ini diajukan kepada peserta pelatihan, jawabannya macam-macam. Banyak yang mengatakan tidak mungkin. Bagaimana bisa memakan sepeda? Mereka anggap hanya bercanda.

Padahal, orang yang memakan sepeda bukan fiktif bukan juga bercanda. Ini benar, adanya tercatat di Guiness Book of Record. Bahkan katanya, sudah terpecahkan oleh orang yang memakan Harley Davidson. Wow!

Bagaimana bisa? Inilah kuncinya. Ini adalah kunci yang bisa membuat perbedaan sangat mendasar. Pemahaman inilah yang menjadikan seseorang menjelma menjadi orang hebat atau tidak. Inilah rahasia berubah!
Baca Lanjutannya…

Oleh: fkismancar | 19/02/2011

HIDUP INI SINGKAT

HIDUP INI SINGKAT

Allah berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari. Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (Al-Mu’minuun [23] : 112-114)

Ayat di atas merupakan dialog antara Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan orang-orang yang telah meninggalkan kehidupan dunia ini. Di situ digambarkan betapa singkatnya hidup di dunia, tidak lebih dari sehari atau setengah hari. Bahkan lebih singkat dari itu. Tidak peduli kita siap atau tidak, kehidupan ini akan berakhir dengan kematian. Ketika saatnya tiba, tidak seorang pun yang bisa menunda walaupun sesaat.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya…” (Al-Munaafiqun [63]: 11)
Baca Lanjutannya…

Oleh: fkismancar | 05/09/2010

Di Mana Air Matamu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]). Baca Lanjutannya…

Oleh: fkismancar | 05/09/2010

Berdoa Hanya Kepada Allah Semata

Apa hukum berdoa kepada selain Allah?

Al-Hamdulillah. Allah Subhanahu wa Ta’ala dekat dengan para hamba-Nya. Allah mengetahui kedudukan mereka, mengabulkan permohonan mereka dan tidak ada sedikitpun urusan mereka yang tidak Dia ketahui.

“Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS. Ali Imran : 5)

Hanya Allah semata yang menciptakan kita dan memberi rezeki kepada kita. Di tangan-Nya jua-lah kekuasaan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Firman Allah:

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maa-idah : 120)

Di tangan Allah-lah segala kebaikan. Apabila Allah memberikan perintah dalam Kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya, harus ditaati dan dituruti. Firman Allah:

“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal : 24) Baca Lanjutannya…

Oleh: fkismancar | 11/05/2010

Khuluquhu Al-Qur’an

A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallim

Setelah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya – tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad!”. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, “Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.” Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini….” Ali menjawab, “Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]:4)” Baca Lanjutannya…

Oleh: fkismancar | 26/04/2010

Pengumuman Kelulusan UN 2010

Pengumuman Kelulusan UN 2010

Oleh: fkismancar | 12/04/2010

61 PRINSIP PRIBADI MUKMIN

61 PRINSIP PRIBADI MUKMIN

Teladan kaum muslimin yang paling utama, pemilik akhlak dan kepribadian yang sempurna adalah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab {33}:21).

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Hibban dalah shahih-nya dari Abdullah bin Amru, bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda, “Maukah aku khabarkan kepadamu tentang orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat tempat duduknya kepadaku pada hari kiamat nanti?” Beliau mengulangi perkataan ini sampai tiga kali. Para sahabat berkata, “Ya, kami mau Rasulullah.” Beliau saw kemudian menjawab, “Yaitu orang yang paling baik akhlaknya.”

Dengan demikian, seluruh muslim hendaknya meneladani seluruh perkataan, perbuatan, dan seluruh sirah Rasulullah saw, serta melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya agar mencapai kebahagiaan di akhirat. Di antara akhlak yang harus dimiliki oleh setiap muslim adalah : Baca Lanjutannya…

Oleh: fkismancar | 27/01/2010

Mulailah dengan A; B; C;

Dalam belajar bahasa, baik bahasa indonesia maupun bahasa inggris, semuanya diawali dengan mengenal dan memahami betul tentang A, B, C,

Ya, kita semua sudah mengenal itu, tapi, apakah kita sudah menerapkan untuk mengawali belajar kita, karena memang hidup ini sebuah proses belajar yang berkesinambungan dan tidak pernah henti, belajar seumur hidup, long life education, atau belajar mulai dari rahim sampai masuk liang lahat.

Mari kita kembali memahami mengapa kita harus memulai kembali dari A, B, C,

A adalah untuk Assured (=pastikan)
Maka dalam hidup ini kita harus benar-benar pastikan, bahwa kita ini mau untuk assured “pastikan”, namun apa yang harus kita pastikan,,?

1. Pastikan kita punya impian (=dream, goal, destination, tujuan, cita-cita)
Itulah yang pasti harus kita punyai, sebuah cita-cita, tujuan, detination, goal, dream. Sebab tanpa itu tidak akan ada yang kita kerjakan, tidak akan pernah ada sesuatu yang kita lakukan.
Coba aja kita simak (i have a dream “westlife” mode on), kita harus punya dream, impian, cita-cita yang tinggi dan setinggi mungkin. Sebuah lagu yang harus selalu selalu kita dengungkan di telinga, hati dan pikiran kita, hati selalu kita jaga, kita pelihara, dan kita rawat. Jangan sampe dream kita hilang menguap begitu saja, atau jangan sampai dicuri orang, karena sekarang ini banyak orang yang kehilangan cita-citanya, baik hilang menguap dengan sendirinya ataupun hilang dicuri orang. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS2, Al Baqarah:261) Baca Lanjutannya…

Oleh: fkismancar | 19/01/2010

Memahami Al-Quran

Al-Quran adalah sumber dan rujukan utama dalam ajaran-ajaran agama Islam sehingga sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk berpegang teguh kepada Al-Quran. Karena jelas, Al-Quran adalah wahyu yang diturukan oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Namun pada praktek penerapannya, kita sangat membutuhkan sebuah metodologi agar dapat menguraikan maksud dari ayat-ayat Al-Quran. Metodologi tersebut adalah tafsir Al-Quran.

Tafsir berasal dari kata fas-sa-ra. Secara etimologis dapat diartikan ‘keterangan atau penjelasan yang menerangkan maksud dari suatu lafazh’. Seperti yang telah disinggung dalam Al-Quran;

“Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.” [al-Furqaan: 33]

Secara singkat, tafsir dapat didefinisikan sebagai ilmu yang membantu memahami Kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan menggunakan metode dan aturan-aturan tertentu.

Menurut Abdurrahman Al-Baghdadi, menafsikan Al-Quran haruslah dengan cara yang sesuai dengan Al-Quran itu sendiri. Yaitu dengan tekstual, dan bukan dengan kontekstual (sesuai dengan situasi dan kondisi). Kemudian kita juga harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dikemukakan oleh Al-Quran, yaitu dengan mempelajarinya secara ijmal (garis besar) sehingga hakikat yang dikemukakan oleh Al-Quran itu tampak jelas. Selain itu juga kita harus mempelajari dari segi lafazh dan maknanya sesuai dengan ketentuan bahasa Arab dan keterangan Rasulullah SAW. Dan untuk memahami ayat-ayat kauniah, kita juga membutuhkan wawasan khusus tentang ilmu pengetahuan (sains) yang berkembang dari waktu ke waktu. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori